Gubernur Sumatera Utara Lantik Direksi PDAM Tirtanadi Periode 2015-2019

Gubernur-Sumut-Lantik-Direksi-PDAM-TirtanadiGubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho, Rabu sore (11/3) melantik Direksi PDAM Tirtanadi periode 2015-2019 di Kantor Pusat PDAM Tirtanadi Jalan SM Raja No 1, Medan.

Adapun jajaran Direksi yang dilantik yakni Sutedi Raharjo, ST sebagai Direktur Utama, Ir. Delviyandri, M.Psi sebagai Direktur Air Bbersih, Ir. Heri Batanghari Nasution, M.Psi sebagai Direktur Air Limbah dan Ir. Arif Haryadian, Msi sebagai Direktur Administrasi / Keuangan.

Gubsu dalam sambutannya meminta jajaran Direksi yang baru agar fokus pada empat tugas utama yaitu : Peningkatan cakupan pelayanan, Memberikan kontribusi PAD kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), Meningkatkan dan menjaga sumber daya air dan Mengembangkan produk air minum diantaranya air minum dalam kemasan.

Menurut Gubsu, untuk sumber daya air bersih, bisa diharapkan dari Bendungan Lau Simeme yang sudah dijanjikan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat akan dibangun pada 2016. Adapun untuk bisnis ke depannya, PDAM Tirtanadi diharapkan bisa mengembangkan produk air siap minum untuk zona tertentu atau paling tidak air siap minum dalam kemasan
.
Gubsu mengakui, dari 16 orang Calon Direksi yang mengikuti seleksi dan fit and proper test yang dilakukan ioleh Tim Independen dari Universitas Sumatera Utara (USU), muncul 9 nama dengan ranking terbaik dan akhirnya terpilih 4 orang dari 9 nama tersebut untuk menjadi Direksi PDAM Tirtanadi periode 2015 – 2019.

“Kepercayaan yang diberikan harus diapresiasi para Direksi dalam bentuk kerja keras. Pelantikan kali ini juga tidak menggunakan jas dengan maksud menunjukkan kesiapan bekerja,” kata Gubsu

Gubsu juga menekankan perlunya PDAM Tirtanadi meniru Singapura yang bukan saja sistem manajemen sumber daya airnya bagus, tetapi juga memberi kontribusi besar bagi pemerintahnya. Apalagi, dalam program Medan – Binjai – Deli Serdang – Karo (Mebidangro) yang telah diluncurkan oleh Pemprovsu, air bersih juga menjadi indikator, di luar sampah, sistem transportasi, dan tata guna lahan.

Turut hadir pada pelantikan tersebut antara lain Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi yakni Drs. H. Hasban Ritonga (Ketua), H. Nurdin Lubis, SH, MM (Anggota) dan Drs. Ahmad Taufan Damanik, MA (Anggota), Ir. James Budiman Siringringo (Anggota). Kemudian para mantan Direksi diantaranya Plt Dirut PDAM Tirtanadi Mangindang Ritonga, SE MM, mantan Direktur Administrasi / Keuangan H. Ahmad Thamrin, SE, M.Psi, mantan Direktur Perencanaan / Produksi Ir. H. Tamsil Lubis, para Kepala Divisi, Kepala Cabang, dan undangan lainnya.

Pada kesempatan itu, Gubsu juga meminta para direksi merumuskan strategi pengembangan PDAM ke depannya dan mencari solusi untuk membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru melalui kerjasama dengan pihak ketiga maupun mencari bantuan dana untuk pembangunan sarana air bersih karena Pemprovsu saat ini belum mampu
memberikan penyertaan modal kepada PDAM Tirtanadi. Yang tak kalah pentingnya yaitu menyelesaikan uprating IPA Sunggal dan pembangunan IPA. Martubung yang saat sedang dikerjakan.

Sementara itu usai dilantik, keempat Direksi PDAM Tirtanadi mengemukakan pada akhir tahun 2016 mereka menargetkan PDAM Tirtanadi mampu memberikan kontribusi PAD kepada Pemprovsu selaku pemilik perusahaan.

“Tentu Kontribusi PAD ini bisa kita berikan apabila cakupan pelayanan air bersih di Kota Medan telah mencapai 80 persen dimana saat ini cakupan pelayanan PDAM Tirtanadi baru berkisar 73 persen, untuk mencapai 80 persen diperlukan penambahan sambungan baru sebanyak 20 ribu sambungan yang kita perhitungkan dapat dicapai sampai akhir tahun 2016,” kata Sutedi Raharjo.

Menurut Sutedi Raharjo, cakupan pelayanan PDAM Tirtanadi saat ini berkisar 73 persen dan tersisa 7 persen lagi untuk mencapai target 80 persen. Oleh karenanya, diperkirakan sampai awal tahun 2016 mendatang diperhitungkan 30 ribu sambungan baru untuk cakupan pelayanan Kota Medan untuk memenuhi cakupan pelayanan 80 persen.

Untuk mencapai target itu, PDAM Tirtanadi akan menambah kapasitas produksi air bersih melalui pembangunan pertama (first design project) seperti uppreting IPA Sunggal yang dapat menambah 500 liter per detik air untuk menjangkau wilayah Sunggal, Padang Bulan,
Sei Agul, dan Diski.

Sedangkan pembangunan IPA Martubung yang sekarang ini sedang dikerjakan akan menghasilkan 200 liter per detik yang diperuntukan untuk menaambah pasokan air bersih di wilayah Medan Utara seperti Belawan Kota dan Medan Labuhan.

Sedangkan untuk menambah pasokan air bersih di wilayah Medan Timur yaitu di Medan Denai, Menteng, Perumnas Mandala, HM Yamin dan sekitarnya sedang diupayakan pemabngunan Intalasi Pengolahan Air dengan kapasita produksi 500 liter per detik.

“Dengan struktur yang baru ini dimana pengelolaan air bersih dan air limbah di pisah maka para Direktur lebih fokus dalam memenuhi target dan secepatnya dapat bekerja
secara optimal sesuai dengan grand desaign yang sudah ada,” ujarnya.

(Visited 1 times, 1 visits today)