Manajemen Baru Bertekad Mengembalikan Kejayaan PDAM Tirtanadi

jajaran-direksiSejak dilantik Gubernur Sumut H Gatot Pujo Nugroho ST MSi pada 11 Maret 2015, Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Provinsi Sumut fokus melakukan pembenahan, salah satunya adalah membuat strategi mencari sebanyak mungkin dana investasi untuk pengembangan kapasitas produksi air. Itu demi mengembalikan kejayaan Tirtanadi.

“Kami Direksi dan seluruh manajemen berkomitmen mengembalikan kejayaan Tirtanadi dan bahkan komitmen kami sebenarnya lebih dari itu, ” ujar Direktur Utama PDAM Tirtanadi, Sutedi Raharjo ST, saat menerima Audensi Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan PDAM Tirtanadi Periode 2015 – 2017 di Lantai 2 Kantor Pusat Tirtanadi, Jalan Sisingamangaraja Medan, Kamis (2/4).

Pengururs Pokja Wartawan PDAM Tirtanadi Periode 2015 – 2017 yang dipimpin Ketua Zulmaidi (Analisa), Sekretaris Mhd Nasir (Mandiri), Bendahara Laswie (Berita Sore), Bidang Edukasi dan SDM Benny Pasaribu (MedanBisnis), Bidang Umum dan Kerjasama Gusliadi Ritonga (Andalas). Kemudian Bidang Perlindungan Hukum Isvan Wahyudi (Jurnal Asia), Bidang Peranan Wanita Nelly Hutabarat (SIB), Bidang Media Cetak Iwan Zunaidi (Sumut Pos), Bidang Media Elektronik Tumpal Sinaga (RRI) dan Bidang Publikasi dan Dokumentasi Amsal Chaniago (DNA Berita) diterima langsung oleh Direktur Utama PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo, ST dan Direktur Air Minum Ir. H. Delviyandri, M.Psi didampingi Kadiv Public Relation, Irsan Efendi Lubis SSos MM, Kabid Publikasi dan Komunikasi Alamsyah Pohan.

“Saat ini masih cukup banyak informasi yang belum sampai kepada masyarakat dengan baik terutama mengenai pembangunan dan program yang dilakukan oleh PDAM Tirtanadi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Karena itu peran media massa yang tergabung dalam Pokja PDAM Tirtanadi sangat penting,”ungkap Sutedi.

Sutedi berharap Pokja Wartawan PDAM Tirtanadi bisa memberikan sumbang saran dan kritik sebagai mitra dalam membangun citra perusahaan. Dampak positif dari pemberitaan yang sekarang ini sangat dirasakan, Sutedi menyebutkan dalam mensosialisasikan pembayaran secara online, berkat pemberitaan dari media sehingga pembayaran rekening air secara online dapat mencapai 75 persen dan selebihnya membayar ke loket yang ada di Cabang PDAM.

RENCANA PROGRAM KERJA
Ditanya mengenai program kerja, Sutedi mengatakan bahwa sedang menyiapkan rencana investasi yang membutuhkan dana berapa dan dari mana sumbernya. Pasalnya dengan kondisi kapasitas produksi yang ada saat ini, yakni sekitar 6.000 l/d sangat kurang untuk mensupply pelanggan sekitar 420.000 rumah tangga, sehingga PDAM Tirtanadi tidak mungkin berkembang mengingat semakin tingginya kebutuhan air minuim dan kebutuhan pelanggan, kata Sutedi.

Direksi, kata Delviandri, tidak berharap banyak sumber dana dari APBD Sumut mengingat keterbatasan anggaran. Demikian juga atas modal ataupun pendapatan Tirtanadi. Ini karena mendesaknya pengembangan kapasitas produksi Tirtanadi yang membutuhkan dana yang cukup besar.

Karenanya akan dijajaki dana dari berbagai sumber, baik dari pemerintah pusat, lembaga perbankan maupun dari pihak swasta. “Atas dukungan Pak Gubernur dan Dewan Pengawas Tirtanadi, saya kira ini (cari dana-red) bisa kita dapatkan,” kata Delviandri.

Seiring dengan investasi pengembangan kapasitas produksi, Direksi juga akan melakukan studi khusus air baku di berbagai sumber, seperti di Sungai Deli, Percut, Belumai dan Belawan, yang diintensifkan mulai tahun depan.

Didorong juga agar pemerintah pusat bersinergi dengan pemerintah daerah di Sumut, untuk membuat waduk sumber air baku. Seperti di Medan, sudah saatnya ada waduk untuk penyediaan air baku guna pelayanan air minum warga ke depan. Sebagaimana diketahui, cakupan layanan Tirtanadi di Medan baru sekitar 78% dari jumlah penduduk yang ada.
Kemudian Bendungan Lau Simeme di Deli Serdang, diharapkan dibangun sesuai rencana pemerintah di tahun 2017. “Bendung multiguna itu akan menjawab pemenuhan sumber bahan baku air jangka panjang,” katanya.

Pada kesempatan itu, Sutedi Raharjo memastikan tahun ini atau bahkan hingga Semester I tahun depan, tidak dilakukan kenaikan tarif air minum pelanggan. Tarif saat ini dinilai masih relevan.

Kemudian mulai Juni tahun ini, pencatatan meteran air dilakukan melalui sistem android, sebuah sistem pencatatan menggunakan foto. Sebelumnya sistem ini sudah diterapkan di beberapa wilayah layanan. Selain itu, akan diganti meteran pelanggan, kecuali yang hilang ataupun rusak sebelum umur manfaat meteran berakhir.

Perkembangan pembayaran rekening air lewat online (perbankan), menunjukkan kemajuan. Sekitar 70% pelanggan membayar secara online, sementara sisanya lewat cabang-cabang Tirtanadi.

Ketua Pokja Wartawan PDAM Tirtanadi, Zulmaidi dalam kesempatan itu menyampaikan beberapa hal sekaligus pernyataan sikap yakni mendukung kepemimpinan Direksi baru, menjadi social control, ikut berjuang mengembalikan kejayaan Tirtanadi, senantiasa menyajikan publikasi Tirtanadi yang mendidik dan bertekad menjadi mitra sejati yang berkontriusi positif bagi kemajuan Tirtanadi.
Baik Sutedi Raharjo maupun Delviandri menyambut baik komitmen dan kapasitas Pokja Wartawan PDAM Tirtanadi. “Harapan kami bahwa kita bisa bersinergi untuk melaksanakan program-program Tirtanadi,” ujar Sutedi.

(Visited 2 times, 1 visits today)