Cara Menghindari Penyimpanan Data Kartu di Situs Belanja Online

Berbelanja online memang menyenangkan dan praktis. Namun, tahukah Anda bahwa menyimpan data kartu kredit atau debit di situs belanja bisa membahayakan keamanan finansial Anda? Kebocoran data dan pencurian informasi kartu menjadi ancaman nyata yang bisa terjadi kapan saja. Artikel ini akan membantu Anda memahami risiko penyimpanan data kartu dan memberikan langkah-langkah praktis untuk melindungi informasi berharga Anda saat berbelanja online.
Risiko Penyimpanan Data Kartu di Situs Belanja
Menyimpan data kartu di situs belanja online memang menawarkan kenyamanan. Anda tidak perlu memasukkan ulang informasi kartu setiap kali bertransaksi. Namun, kenyamanan ini datang dengan risiko yang tidak boleh diabaikan.
Perhatian: Menurut laporan keamanan siber, kasus kebocoran data di Indonesia meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan data kartu kredit dan debit menjadi target utama para pelaku kejahatan siber.
Bahaya Menyimpan Data Kartu di Situs Belanja

- Kebocoran Data: Situs belanja bisa menjadi target serangan hacker yang mencuri database pelanggan, termasuk informasi kartu yang tersimpan.
- Akses Tidak Sah: Jika akun belanja Anda diretas, penyerang bisa menggunakan kartu tersimpan untuk melakukan transaksi tanpa sepengetahuan Anda.
- Penyalahgunaan Internal: Karyawan tidak bertanggung jawab dari platform e-commerce bisa mengakses dan menyalahgunakan data kartu pelanggan.
- Transaksi Tidak Sah: Beberapa situs mungkin melakukan transaksi otomatis tanpa persetujuan eksplisit dari Anda.
Kasus Kebocoran Data di Indonesia
Indonesia telah mengalami beberapa kasus kebocoran data besar dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu kasus yang paling disorot adalah kebocoran data pada sebuah situs belanja online besar di Indonesia yang mengakibatkan pencurian 90 juta lebih akun dan 7 juta akun merchant. Data yang bocor termasuk nama lengkap, tanggal lahir, alamat, hingga informasi kartu pembayaran.

Panduan Langkah Demi Langkah Menghindari Penyimpanan Data Kartu
Melindungi data kartu Anda tidak harus rumit. Berikut adalah panduan praktis yang dapat Anda terapkan saat berbelanja online di platform e-commerce populer di Indonesia.
Cara Menonaktifkan Opsi “Simpan Kartu untuk Pembayaran Selanjutnya”
Shopee

- Buka aplikasi Shopee dan masuk ke akun Anda
- Tap ikon “Saya” di pojok kanan bawah
- Pilih “Pembayaran” atau “Kartu Saya”
- Cari kartu yang tersimpan dan tap “Hapus Kartu”
- Konfirmasi penghapusan kartu
Tokopedia

- Buka aplikasi Tokopedia dan login
- Tap ikon “Akun” di bagian bawah layar
- Pilih “Pengaturan” lalu “Pembayaran”
- Pilih “Kartu Tersimpan”
- Tap kartu yang ingin dihapus
- Pilih “Hapus Kartu” dan konfirmasi
Lazada

- Buka aplikasi Lazada dan login
- Tap ikon “Akun” di pojok kanan bawah
- Pilih “Pengaturan Akun”
- Tap “Metode Pembayaran”
- Pilih kartu yang ingin dihapus
- Tap “Hapus” dan konfirmasi
Tips Penting: Selalu periksa opsi “Simpan informasi kartu ini untuk pembayaran berikutnya” saat checkout dan pastikan opsi tersebut tidak dicentang jika Anda tidak ingin menyimpan data kartu.
Menggunakan Metode Pembayaran Alternatif yang Lebih Aman

Metode Pembayaran Alternatif
- E-wallet (GoPay, OVO, DANA, ShopeePay): Tidak perlu memasukkan data kartu langsung di situs belanja.
- Transfer Bank: Metode tradisional yang tidak memerlukan penyimpanan data kartu.
- Virtual Account: Nomor unik untuk sekali pembayaran tanpa perlu menyimpan data kartu.
- COD (Cash On Delivery): Bayar saat barang diterima, tanpa transaksi online.
- QRIS: Sistem pembayaran dengan scan QR code tanpa perlu input data kartu.
Hindari Metode Berisiko
- Menyimpan kartu kredit/debit: Meningkatkan risiko kebocoran data.
- Pembayaran di situs tanpa HTTPS: Tidak ada enkripsi data yang memadai.
- Kartu fisik di perangkat publik: Berisiko tersimpan di browser atau perangkat.
- Pembayaran melalui link tidak resmi: Bisa mengarah ke situs phishing.
Tingkatkan Keamanan Transaksi Online Anda!
Gunakan e-wallet terpercaya untuk berbelanja online tanpa perlu menyimpan data kartu di berbagai situs belanja.
Tips Memastikan Situs Belanja Aman
Selain menghindari penyimpanan data kartu, penting juga untuk memastikan situs belanja yang Anda gunakan memiliki standar keamanan yang memadai.
Ciri-ciri Situs Belanja yang Aman
- Protokol HTTPS: Pastikan alamat situs diawali dengan “https://” dan bukan hanya “http://”. Huruf “s” menandakan koneksi aman dan terenkripsi.
- Ikon Gembok di Browser: Perhatikan ikon gembok di bilah alamat browser yang menandakan situs tersebut memiliki sertifikat keamanan yang valid.
- Kebijakan Privasi yang Jelas: Situs terpercaya selalu memiliki halaman kebijakan privasi yang menjelaskan bagaimana data Anda digunakan dan dilindungi.
- Opsi Pembayaran Beragam: Situs terpercaya menawarkan berbagai metode pembayaran aman.

Periksa Selalu: Sebelum memasukkan data kartu, pastikan Anda berada di situs resmi e-commerce. Perhatikan URL dengan teliti karena banyak situs phishing yang meniru tampilan situs asli dengan perbedaan URL yang sangat tipis.

Menggunakan Kartu Virtual untuk Belanja Online
Salah satu cara terbaik untuk menghindari penyimpanan data kartu di situs belanja adalah dengan menggunakan kartu virtual atau nomor kartu sekali pakai. Metode ini memberikan lapisan keamanan tambahan karena Anda tidak perlu menggunakan kartu fisik Anda secara langsung.

Keuntungan Menggunakan Kartu Virtual
- Nomor Kartu Sementara: Kartu virtual memberikan nomor kartu sementara yang terhubung dengan kartu utama Anda.
- Batas Penggunaan: Anda dapat mengatur batas nominal transaksi untuk setiap kartu virtual.
- Masa Aktif Terbatas: Beberapa kartu virtual hanya aktif untuk satu kali transaksi atau periode tertentu.
- Isolasi Risiko: Jika terjadi kebocoran data, hanya kartu virtual yang terpengaruh, bukan kartu utama Anda.
Bank dan Layanan yang Menyediakan Kartu Virtual di Indonesia
Penyedia | Nama Layanan | Fitur Utama | Cara Aktivasi |
BCA | BCA Virtual Card | Nomor kartu unik untuk setiap transaksi online | Melalui aplikasi BCA Mobile |
CIMB Niaga | Octo Virtual Card | Kartu virtual dengan batas transaksi yang dapat diatur | Melalui aplikasi OCTO Mobile |
Jenius | Jenius $Card | Kartu virtual untuk transaksi online domestik dan internasional | Melalui aplikasi Jenius |
Wise | Wise Virtual Card | Kartu virtual multi-mata uang untuk belanja internasional | Melalui aplikasi atau website Wise |
Amankan Transaksi Online Anda dengan Kartu Virtual!
Dapatkan perlindungan ekstra untuk belanja online tanpa khawatir data kartu Anda disimpan di berbagai situs.
Waspada Phishing dan Verifikasi Transaksi
Selain menghindari penyimpanan data kartu, Anda juga perlu waspada terhadap upaya phishing yang sering menargetkan pengguna e-commerce.

Cara Mengenali dan Menghindari Phishing
- Periksa Alamat Email Pengirim: Pastikan email berasal dari domain resmi situs belanja, bukan dari layanan email gratis atau domain yang mirip.
- Waspada Link Mencurigakan: Jangan klik link langsung dari email. Buka browser dan ketik alamat situs secara manual.
- Perhatikan Kesalahan Bahasa: Email phishing sering mengandung kesalahan tata bahasa atau ejaan.
- Hindari Permintaan Data Sensitif: Situs resmi tidak akan meminta Anda memasukkan PIN, password lengkap, atau CVV melalui email.
Verifikasi Transaksi yang Aman
Selalu verifikasi setiap transaksi yang menggunakan kartu Anda. Beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Aktifkan Notifikasi Transaksi: Pastikan Anda mendapatkan notifikasi untuk setiap transaksi yang terjadi pada kartu Anda.
- Gunakan Autentikasi Dua Faktor (2FA): Aktifkan 2FA untuk verifikasi tambahan saat melakukan transaksi online.
- Periksa Laporan Transaksi Secara Berkala: Rutin memeriksa riwayat transaksi untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.
- Verifikasi OTP: Pastikan Anda mendapatkan dan memasukkan kode OTP untuk setiap transaksi online.

Penting: Jangan pernah memberikan kode OTP kepada siapapun, termasuk yang mengaku sebagai perwakilan bank atau situs belanja. Kode OTP hanya untuk digunakan oleh Anda sendiri.
Langkah-langkah Penting untuk Menghindari Penyimpanan Data Kartu

“Keamanan data pribadi, terutama data finansial, adalah tanggung jawab bersama antara platform e-commerce dan pengguna. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, Anda dapat menikmati kenyamanan belanja online tanpa mengorbankan keamanan.”
Menghindari penyimpanan data kartu di situs belanja online adalah langkah penting untuk melindungi keamanan finansial Anda. Dengan menerapkan tips-tips di atas, Anda dapat menikmati kenyamanan berbelanja online tanpa khawatir data kartu Anda disalahgunakan.
Ingatlah untuk selalu memeriksa keamanan situs belanja, menggunakan metode pembayaran alternatif yang lebih aman, memanfaatkan kartu virtual, dan tetap waspada terhadap upaya phishing. Keamanan data Anda adalah prioritas utama yang tidak boleh dikompromikan demi kenyamanan semata.
Lindungi Data Finansial Anda Sekarang!
Terapkan langkah-langkah keamanan dan gunakan kartu virtual untuk belanja online yang lebih aman.
Apakah aman menyimpan data kartu di situs belanja besar seperti Tokopedia atau Shopee?
Meskipun situs belanja besar memiliki sistem keamanan yang canggih, tetap ada risiko kebocoran data. Praktik terbaik adalah tidak menyimpan data kartu di situs manapun dan menggunakan metode pembayaran alternatif atau kartu virtual.
Bagaimana cara mengetahui jika data kartu saya sudah disimpan di suatu situs belanja?
Anda bisa memeriksa bagian pengaturan akun atau metode pembayaran di situs belanja tersebut. Biasanya akan ada daftar kartu yang tersimpan dengan beberapa digit terakhir kartu Anda yang terlihat.
Apakah e-wallet lebih aman daripada kartu kredit untuk belanja online?
E-wallet umumnya lebih aman karena Anda tidak perlu memasukkan data kartu langsung di situs belanja. E-wallet juga sering memiliki lapisan keamanan tambahan seperti PIN atau verifikasi biometrik.